Skip to main content

Playing with Hooks in Gorm #GolangDev

Pixabay


Hello everyone, I would like to share some tricks in gorm, the Idea of this tricks is to execute a command or code statement in the middle of an ORM operation, if you ever know about trigger in the query language, then hooks is just kinda like that. Hooks could execute statement in some events such as: beforeCreate, beforeUpdate, afterCreate,  and afterUpdate. those event is similar as a trigger,  when the trigger is executed in DBMS layer, hooks are executed in the application layer.

In my real case, my current company has different convention of naming database column, so when I try to implement ORM, a lot of columns such as created_at, updated_at and deleted_at can't be generated automatically. also if you have a custom UUID you could pass the value UUID generator into hooks before the insert is executed. for more detail let's jump into code :



# Explanation

Above code containing model struct, and several methods from gorm to serve model, TableName method used to define table name if your structs name has different spelling, then next method is BeforeCreate, that is hooks method from gorm, this method have a standard convension to make it's work correctly, the structure is method need to implement model struct and passing gorm.DB reference param. 

The above example is used to passing the uuid value into the ID column, and passing timestamp value into createdate column. 

# The Advantages

if you are using hooks in order to passing value or executing statements before the query executed, your code is more centralized, readable and contextable. you don't need to pass all that value for each query statement you have define. 

Popular posts from this blog

Laravel Tips : Membuat Model, Migration dan Controller dengan Sekali Jalan

  php artisan adalah generator laravel yang berfungsi untuk membuat file kodingan dengan mudah, seperti membuat controller, model, seeder, migration dan masih banyak lagi. artisan hanya bisa di lakukan di dalam lingkungan console, seperti cmd dan terminal. berikut akan saya tunjukan cara membuat controller, model, migration menggunakan php artisan. # membuat controller ketikkan perintah di bawah ini php artisan make:controller BlogController # membuat model ketikkan perintah di bawah ini php artisan make:model Blog # membuat migration ketikkan perintah di bawah ini php artisan make:migration blog # membuat seeder ketikkan perintah di bawah ini php artisan make:seeder BlogSeeder # membuat migration, controller, dan model sekaligus ketikkan perintah di bawah ini php artisan make:model -crm Blog perintah di atas akan mengenerate controller dengan nama BlogController dengan keadaan Resource method tertulis, model

Tutorial Hydra Part II ( Bruteforce Login Website )

Relate Search : Hydra, Cracking, Hacking, Bypass, Facebook, Twitter, Login, Website, Security, Terminal. Bruteforce Login Website adalah suatu teknik dimana kita akan melakukan penetrasi dengan cara masuk ke dalam suatu website yang memiliki proteksi login, dengan cara ilegal yaitu melakukan penebakan user dan password secara masal. teknik bruteforce tidak hanya bisa di gunakan di website, tapi juga bisa di lakukan di lingkungan lain seperti login apps, login windows, login email dll. pada tutorial kali ini saya akan melanjutkan sesi dari tutorial hydra. dan sekarang sudah mencapai part II, dengan judul " bruteforcing login website" , pada tutorial hydra part I saya menggunakan mode GUI untuk melakukan cracking, tapi untuk sekarang saya akan menggunakan versi Consolenya. teknik ini memanfaatkan Bug method GET yang di miliki website, pada praktiknya nanti saya akan menggunakan website yang saya buat sendiri, jadi dan menggunakan localhost sebagai servernya. tu

Mengapa .env File Laravel Tidak Terupload / Tercommit ke Git

.env file atau bisa kita bilang "environment file" atau file yang berisi variable constan untuk memberikan value secara global ke dalam aplikasi kita. file ini berisi variable dan value yang sensitif yang membuatnya sangat riskan atau beresiko apabila di ketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab. contoh  seperti berikut ini file .env di atas memiliki informasi sensitif seperti host, user dan password dari database kita. maka dari itu kita sebagai developer harus pintar-pintar untuk memperlakukan .env file ini, secara default apabila kita upload ke hosting atau vps file .env ini tidak akan bisa di akses secara global dari host kita, karna letak root host kita ada di folder public yang notabene berada di satu level ke atas folder dari posisi .env. jadi user awam tidak akan bisa mengakses dari host kita eg : http://angon.dev/.env . nah kalo ke git gmn? apabila kita menggunakan version controller seperti github, gitlab, bitbucket. secara default git akan mem